Ina liem
Mengungkap kebenaran di balik narasi sesat berkedok penelitian
Ini adalah buku tentang cara berpikir yang lebih dewasa dalam melihat politik, kekuasaan, dan manusia, terutama ketika emosi publik terlalu cepat mengambil alih logika.
Buku ini tidak melakukan itu.
Buku ini tidak meminta Anda setuju.
Buku ini hanya mengajak Anda berhenti sejenak.
Lalu berpikir.
Penulis, Pembicara, Konsultan Karier, dan Pengamat Pendidikan
Satu narasi diulang tanpa diuji. Publik terbelah.
Emosi lebih cepat dari akal sehat.
Analisis diganti asumsi. Dan asumsi berbuah fitnah.
Dan yang paling berbahaya?
Kita merasa sudah tahu semuanya.
Padahal kita belum memeriksa data dari sumbernya, dan belum menguji cara berpikir kita sendiri.
Intip Isinya
Baca sekilas isi dan gaya penulisannya sebelum memutuskan untuk membeli.
Untuk mendapatkan pengalaman membaca yang maksimal, sebaiknya gunakan dekstop, laptop, atau tablet.
Belum termasuk ongkos kirim.
Kalau kamu pikir buku Gibran End Game tulisan Rismon Sianipar benar, buku ini akan membuatmu TIDAK NYAMAN.
Tetapi kalau kamu ragu pada narasi yang beredar,
buku ini akan memberi kamu alat untuk membedahnya.
01
Cara publik membentuk amarah kolektif
Seluruh negeri ribut. Satu nama jadi sasaran. Satu riwayat pendidikan jadi bahan kegaduhan. Semua merasa paling benar. Semua merasa paling pintar.
Tapi hampir tak ada yang bertanya: Apakah kita benar-benar memahami sistem yang kita kritik?
02
Cara media menyederhanakan sistem global
Perdebatan publik sering bergerak lebih cepat daripada pemahaman sistem. Dalam isu pendidikan internasional, penyetaraan, dan akses, banyak argumen dibangun dari asumsi yang tampak masuk akal — tetapi belum tentu tepat, dan terkadang malah menyesatkan.
03
Cara kita tertipu oleh logika yang tampak masuk akal
Penyesatan terjadi ketika orang “pandai” menggiring publik agar mengambil kesimpulan yang salah. Apa yang dimaksud dengan “wapres tak tamat SMA”? Benarkah program “Lapor mas Wapres” membuatnya seperti customer service?
01 Mengapa Kita Terlalu Mudah Menyederhanakan Manusia
Buku ini menunjukkan harga psikologis dan politis yang harus dibayar dari sebuah nama besar.
02
Pendidikan Internasional Tidak Bisa Dinilai dengan Logika SMA Indonesia
Buku ini meluruskan kekeliruan cara berpikir, bukan sekadar membantah dengan data dan logika. Bukan sekedar pengandaian.
03
Penyetaraan Pendidikan Itu Administratif, Bukan Akademik
Buku ini mengungkap ada realitas global yang sering diabaikan dalam perdebatan publik.
04
Hak Istimewa: Antara Akses dan Ujian
Buku ini menunjukkan: bahwa privilege atau hak istimewa bukan akhir cerita, tapi justru awal dari ujian yang lebih berat.
05
Politik Minus Malum: Memilih dengan Akal Sehat
Buku ini mengajak pembaca memahami:
mengapa memilih “dampak negatif paling kecil” sering kali jauh lebih bertanggung jawab daripada mencari figur ‘pintar’ atau ‘suci’.
Kalau kamu yakin Gibran tidak layak menjadi wapres, baca ini.
Kalau kamu yakin dia layak, baca juga.
Karena mungkin kita semua sedang salah memahami sesuatu.
Banyak orang marah atau mencibir karena merasa lebih pintar.
Padahal mungkin mereka hanya tidak memahami masalahnya. Ataukah karena tahu bahwa Gibran sesungguhnya sosok yang kompeten?
Buku ini bukan semata soal Gibran.
Ini soal cara kita berpikir tentang pendidikan, peraturan dan Undang-Undang, kewenangan, cara bekerja yang berdampak, dan politik yang tidak berteriak.
Banyak politikus masuk gelanggang politik karena faktor kedekatan. Privilege atau hak istimewa bukan kejahatan. Tapi elit politik senang melempar isu privilege karena publik suka cerita sederhana dan bereaksi spontan tanpa menimbang unsur lain.
Kalau penyetaraan pendidikan kamu anggap soal ‘pintar atau tidak’,
mungkin kamu belum tahu bagaimana sistem pendidikan global bekerja.
Tidak. Tujuan utama buku ini adalah membedah logika publik yang masih sering rancu dengan opini sesat yang diciptakan dengan sadar untuk disebarluaskan demi kepentingan tertentu.
Sangat mungkin. Karena sebagian dari buku ini menantang asumsi tanpa dasar pada buku “Gibran End Game” yang konsisten menyembunyikan fakta obyektif. Isinya juga menantang tafsir sesat tentang Undang-Undang, dan membongkar pola pikir yang berusaha merendahkan seseorang..
Ya. Semua materi buku ini dibangun di atas fakta yang bisa dicari sumbernya. Bukan hanya itu. Buku ini sekaligus ajakan untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab atas keutuhan bangsa dan kesejahteraan masa depan generasi penerus. Kegaduhan hanya akan melanggengkan kemiskinan.
dicetak terbatas
Buku ini tidak dijual secara luas. Anda hanya bisa mendapatkan versi resminya dari situs inaliem.com dan beberapa reseller kami yang terverifikasi.
Mendorong Perubahan di PENDIDIKAN untuk Indonesia Emas 2045 Design by Pix & Hue.